Introvert bukan sih? Anxiety? Panic attack? Anti sosial? Gerd?

Malam everyone.

     Hanya sekedar info, pertama-tama aku ingin memberitahukan terlebih dahulu bahwa; blog ini tujuannya bukan untuk meng-update artikel yang pada umumnya menyampaikan informasi-informasi yang bermanfaat untuk para pembaca. 

     Aku cuma berbagi pengalaman pribadi aja, buat nyalurin bakatku menulis hal-hal yang mungkin unfaedah, gajelas, kayak asal-asalan daripada saking gabutnya, ditambah lagi aku pengangguran yang masih berjuang ngelamar pekerjaan sana sini yang entah kapan bakal keterima. Haha, curhat.

     Mungkin orang yang kenal aku kebanyakan bingung, kenapa aku bisa lancar banget nulis, entah itu ngarang atau kirim pesan chat atau semacamnya, tapi kalau ketemu langsung akunya mingkemm, gak ngobrol sama sekali, jarang banget ngomong. Bahkan kalau tidak ditanya, bakal diem terus-terusan gak akan berkata-kata.

     Gimana yah? Aku juga bingung.

     Aku tipe orang yang gak lancar kalau ngomong, bahkan kata-kataku yang keluar kadang gak sinkron sama pikiran, kadang juga kalau di ajak ngobrol sering gak nyambung, kayak pola pikirku itu beda dari orang pada umumnya.

     Aku juga lemot banget mikirnya, kadang kalau orang ngomong satu kalimat aja, aku bengong dulu buat mencerna dan memahami ucapan orang tersebut.

      Aneh? Iya. 

      Bikin tulisan kayak gini juga rada nyeleneh kan penuturannya? Kadang aku merasa diriku sendiri kurang waras, kayak ada yang salah sama otakku. Entah karena terlalu kaku atau karena terlalu kurang bersosial.

      Aku juga baru-baru ini sadar, yang aku alami selama ini penyakit anxiety disorder, panic attack, anti sosial, gerd, semuanya jadi satu.

     Gelisah, panikan, keringetan, pingin pingsan, kalau ketemu orang banyak. Bahkan kalau sendirian pun, pikiranku terus overthinking, segala halnya, dari masa lalu, semua pengalaman yang memalukan, pahit, kesedihan, ketakutan, semuanya jadi satu.

     Capek? Iya.

     Bahkan saat istirahat, tidur, gak ngapa-ngapain seharian, tetap rasanya capek.

     Apalagi kalau habis ketemu orang, ngobrol, rasanya energi terkuras banget, kepala sakit, belum lagi ditambah overthinking, mikirin tadi aku gimana ya ngomong sama orang? Malu-maluin gak ya? Bikin orang tersinggung gak ya?

     Ditambah lagii, aku sepertinya belum cukup berdamai dengan masa lalu, itu yang sangat menyiksa.

     Orang-orang dulunya pernah bego, pernah alay, pernah lebay gak sih?

     Aku sempat kesusahan bergaul karena aku terlalu minder, bahkan aku menjauh dari dunia luar dan menggila dengan duniaku sendiri, berbeda dengan orang lain. Mencari kesenangan sendiri tanpa bersosial, nonton drama-drama baperan untuk hiburan, yang bikin tingkahku semakin nyeleneh.

     Dari kecil aku memang aneh kata orang-orang. Sehingga lingkungan sekitar juga meng-asing-kanku, menjauhiku, karena aku aneh. 

     Mereka menertawakan, menghina, mengejek, mengumpat, dan aku terlalu takut. Dan aku sadar semua itu bukan sepenuhnya salah mereka, tapi salahku sendiri yang terlalu bertingkah kurang wajar.

      Dan yang terjadi dirumah, bahkan aku sering melakukan kesalahan-kesalahan fatal karena ke-bego-anku. Pola pikirku yang sempit, salah kaprah, merusak barang-barang karena ceroboh, dan aku merasa aku terlalu sial untuk segala hal.

     Emosiku yang tidak terkontrol, bisa mengamuk karena hal-hal sepele, meledak-ledak, karena rasanya banyak beban yang aku pikul.

     Aku kesulitan berkomunikasi dengan orang disekitar, aku terlalu gugup untuk bertemu orang baru, aku ketakutan disetiap saat. Dan tidak ada yang memahami kegilaanku, bahkan terus ditekan oleh orang terdekat.

     Come on! 

     Aku butuh belajar untuk terus berkembang, tahu dunia luar, tapi orang terdekat terus mengurungku, aku semakin kesulitan untuk bersosial. Hidupku diatur semaunya, dan aku tidak bisa mengambil pilihanku, bahkan ketika kesempatan datang.

      Aku lelah!

      Dan sekarang, dilingkungan baru, hidup baru, dengan suami. Akupun sangat kesulitan untuk bersosial. Traumaku meronta-ronta. Aku takut orang membenciku karena keanehanku, seperti orang-orang dikehidupanku dulu.
      

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Sebelum dan Sesudah Menikah Menurut Sudut Pandang Dia